Senin, 01 Juli 2013

Uji Reliabilitas dan Uji Validasi



1)  Uji konsistensi internal (reliabilitas) ditentukan dengan koefisien Cronbach Alpha. Pengujian ini menetukan konsistensi jawaban responden atas suatu instrumen penelitian. Nunnally (1969) mensyaratkan suatu instrumen yang reliabel jika memiliki koefisien Cronbach Alpha di atas 0,60. Untuk menghitung reabilitas menggunakan rumus alpha, sebagai berikut:


Dimana :
r11           = Nilai reliabilitas
∑Si         = Jumlah varians skor tiap-tiap item
St           = Varians total
k            = Jumlah item

Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
a)    Menghitung varians skor tiap-tiap item dengan rumus :
Dimana :
Si         = Varians skor tiap-tiap item
∑Xi2    = Jumlah kuadrat item Xi
(∑Xi)2  = Jumlah item Xi dikuadratkan
N         = Jumlah responden


b)   Menjumlahkan varians semua item dengan rumus :
∑Si= S1 + S2 + S3 + ........Sn
c)    Menghitung Varians total dengan rumus :
d)   Menghitung nilai Alpha dengan rumus:
e)    Mencari nilai r tabel Pearson’s Product Moment apabila diketahui signifikansi untuk α = 0.05 dan dk = 30 – 1 = 28, maka r tabel = 0.361
f)    Membandingkan r hitung dengan rtabel. Apabila r hitung lebih besar dari r tabel (rh > rt) maka butir instrumen tersebut reliabel, tetapi sebaliknya bila r hitung lebih kecil dari r tabel (rh < rt) maka instrumen tersebut tidak reliabel. (Nidjo Sandjojo, 2011:152-153)

Contoh perhitungan menggunakan Microsoft Excel


2)        Uji validitas konstruk (Contruct validity) digunakan untuk mengukur sah atau tidaknya suatu kuesioner dalam mengukur suatu kontrak. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan rumus korelasi Pearson’s Product Moment. Adapun langkah-langkahnyanya adalah sebagai berikut:
a)    Menghitung harga korelasi setiap butir dengan rumus Pearson Product Moment, sebagai berikut:
Keterangan :
rxy        = koefisien korelasi
n        = jumlah responden uji coba
X       = skor tiap item
Y       = skor seluruh item responden uji coba

A       = n(XiXt) – (Xi).(Xt)
B       = n.Xi2 – (Xi)2
C       = n.Xt2 – (Xt)2
rxy        =
b)   Menghitung haraga t hitung dengan rumus sebagai berikut:
Keterangan :
t     = Nilai t hitung
n   = jumlah responden uji coba
r    = koefisien korelasi hasil r hitung
c)    Mencari t tabel apabila diketahui signifikansi untuk α = 0.05 dan dk = 30 – 2 = 28, dengan uji dua pihak maka t tabel = 2.048
Dari perhitungan tersebut menghasilkan butir-butir yang valid dan yang tidak valid, dengan membandingkan r hitung dengan rtabel. Apabila r hitung lebih besar dari r tabel (rh>rt) maka butir instrumen tersebut valid, tetapi sebaliknya bila r hitung lebih kecil dari r tabel (rh< rt) maka instrumen tersebut tidak valid dan tidak dipergunakan dalam penelitian (Nidjo Sandjojo, 2011:130-131)

Contoh perhitungan menggunakan Microsoft Excel



Untuk mendapatkan aplikasinya silahkan klik di sini or  di sini  

9 komentar:

  1. malam bang..bagi passwordnya dong, email :sahrulsao@gmail.com

    BalasHapus
  2. permisi, saya ingin bertanya masalah rumus dari uji validitas. dalam rumus di tuliskan simbol Xi, arti dari simbol "i" tersebut apa? kenapa di keterangan tidak di cantumkan "Xi" teapai hanya "X" ? mohon bantuannya terimakasih

    BalasHapus
  3. termakasih atas sharing ilmunya yg lua biasa

    BalasHapus
  4. met sore. bagi dong passwordnya

    christianjilly11@gmail.com

    BalasHapus
  5. selamat sore, saya ingin bertanya, pada uji validitas, apabila rhitung=r tabel apakah soal tersebut dikatakan valid atau tidak?

    BalasHapus
  6. Mohon maaf saya mau bertanya kalu mencari validas dan reliabilitas pkek rumus alpha gimna ya caranya? Sekiranya ada yg bisa bntu jawab

    BalasHapus
  7. Mohon maaf saya mau bertanya kalu mencari validas dan reliabilitas pkek rumus alpha gimna ya caranya? Sekiranya ada yg bisa bntu jawab

    BalasHapus
  8. Mohon maaf setiap rumus bisa dicantumkan sumbernya ? makasih

    BalasHapus