Jumat, 05 Desember 2014

Proposal Penelitian Tindakan Kelas

PROPOSAL

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR TEMATIK DENGAN TEMA SELALU BERHEMAT ENERGI MELALUI METODE DISCOVERY PADA SISWA KELAS IV MI CIKULU KECAMATAN PANGANDARAN TAHUN PELAJARAN 2014/2015

A.      Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan pilar utama dalam pengembangan sumber daya manusia pada suatu bangsa. Pendidikan diharapkan mampu membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan mandiri, serta memberi dukungan dan perubahan untuk perkembangan masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia. Sesuai dengan yang termuat dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 tahun 2003 pasal 1 ayat 1 tentang Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS) menyebutkan bahwa :
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

1

Sebagai tonggak dasar dari lembaga pendidikan di Indonesia, satuan pendidikan SD/MI juga tidak terbebas dari berbagai masalah, baik itu mengenai hasil belajar siswanya maupun kualitas mutu pendidikannya. Pendidik merupakan sosok yang memiliki kedudukan yangsangat penting bagi pengembangan segenap potensi peserta didik. Ia menjadi orang yang paling menentukan dalam perancangan dan penyiapan proses pendidikan dan pembelajaran. Sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 19 ayat (1) tentang Standar Pendidikan Nasional sebagai berikut :
Bahwa Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Pada kegiatan proses belajar mengajar seorang guru memiliki peranan dan posisi yang sangat strategis, guru harus mampu merencanakan dan mengembangkan kegiatan pengajaran yang menarik, kreatif dan dinamis sehingga proses belajar mengajar di dalam kelas menyenangkan bagi peserta didik.
Pada tahun 2013 telah diberlakukan kurikulum baru yaitu kurikulum 2013, sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 81A Tahun 2013 Tentang Implementasi Kurikulum menyatakan bahwa mulai tahun pelajaran 2013/2014 diberlakukan kurikulum baru yaitu kurikulum 2013 secara bertahap.
Perubahan kurikulum ini diharapkan mampu merubah pendidikan menjadi yang lebih baik dan berkualitas. Berdasarkan hal tersebut inovasi penerapan metode pembelajaran dilakukan pada semua pembelajaran yang diajarkan tidak terkecuali pada pembelajaran tematik khususnya pada mata pelajaran IPS, karena dalam penerapan kurikulum 2013 menggunakan pembelajaran tematik terpadu.
Berdasarkan hasil observasi tanggal 25 Agustus 2014, meskipun sudah mulai diterapkannya kurikulum 2013 guru di MI Cikulu Kecamatan Pangandaran belum menerapkan kurikulum tersebut secara maksimal dalam proses pembelajaran. Meskipun sudah menerapkan pembelajaran tematik namun terkadang masih terjadi pemisahan pelajaran. Selain itu, guru juga kurang menggunakan variasi metode pembelajaran. Kegiatan pembelajaran juga masih terpusat pada guru (teaching centered), textbook centered dan monomedia sehingga kurang menumbuhkan pengetahuan siswa terhadap materi yang disampaikan. Siswa juga kurang aktif dalam mengikuti proses kegiatan belajar sehingga nilai siswa pun menjadi rendah, terutama khususnya pada pelajaran IPS. Berikut data hasil dan aktivitas belajar IPS siswa kelas IV MI Cikulu.
Tabel 1.1 Hasil Observasi Aktivitas Siswa
Nilai Aktivitas (NA) Yang Diperoleh
Frekuensi
Kualifikasi
80 % < NA < 100%
-
Sangat Aktif
60 % < NA < 80%
3
Aktif
40 % < NA < 60%
5
Cukup Aktif
20 % < NA < 40%
5
Kurang Aktif
0 % < NA < 20%
8
Sangat Kurang Aktif

Tabel 1.2 Hasil Analisis Penilaian Afektif Siswa
Nilai Yang Diperoleh
Predikat
Jumlah Siswa
Persentase
81-100
Sangat Baik (SB)
2
9,52%
66-80
Baik (B)
4
19,05%
51-65
Cukup (C)
8
38,10%
26-50
Kurang (K)
7
33,33%
0-25
Sangat Kurang (SK)
-
0%

Tabel 1.3 Hasil Analisis Penilaian Psikomotor Siswa
Nilai Keterampilan Yang Diperoleh
Predikat
Jumlah Siswa
Persentase
81-100
Sangat Baik (SB)
3
14,29%
66-80
Baik (B)
4
19,05%
51-65
Cukup (C)
7
33,33%
26-50
Kurang (K)
7
33,33%
0-25
Sangat Kurang (SK)
-
0%

Tabel 1.4 Hasil Analisis Penilaian Kognitif Siswa
Rentang Nilai
Frekuensi
Keterangan
≥66
8
Tuntas
<66
13
Tidak Tuntas
Jumlah Siswa
21
Tuntas = 8
Tidak Tuntas = 13
KKM = 75

Tabel 1.5 Hasil Belajar IPS Siswa
Rentang Nilai
Frekuensi
Keterangan
≥66
8
Tuntas
<66
13
Tidak Tuntas
Jumlah Siswa
21
Tuntas = 8
Tidak Tuntas = 13
KKM = 75

Berdasarkan data aktivitas siswa pada tabel 1.1 di atas, terlihat aktivitas siswa yang rendah yaitu 3 siswa aktif atau 14,28%, 5 siswa cukup aktif atau 21,81%, 5 siswa kurang aktif atau 23,81%, dan 8 siswa sangat kurang aktif atau 38,10%.
Sedangkan hasil penilaian sikap siswa pada tabel 1.2 di atas, dapat dilihat bahwa dari 21 orang siswa yang mengikuti pembelajaran, jumlah siswa yang termasuk dalam predikat “Sangat Baik” berjumlah 2 orang siswa atau 9,52%, yang termasuk dalam predikat “Baik” berjumlah 4 orang siswa atau 19,05%, yang termasuk dalam predikat “Cukup” berjumlah 8 orang siswa atau 38,10%, dan yang termasuk predikat “Kurang” berjumlah 7 orang siswa atau 33,33%.
Selanjutnya berdasarkan hasil penilaian keterampilan siswa pada tabel 1.3 di atas, dapat dilihat bahwa dari 21 orang siswa yang mengikuti pembelajaran, siswa yang termasuk dalam predikat “Sangat Baik” berjumlah 3 orang siswa atau 14,29%, yang termasuk dalam predikat “Baik” berjumlah 4 orang siswa atau 19,05%, yang termasuk dalam predikat “Cukup” berjumlah 7 orang siswa atau 33,33%, dan yang termasuk predikat “Kurang” berjumlah 7 orang siswa atau 33,33%.
Sedangkan berdasarkan data hasil belajar IPS pada tabel 1.4 di atas, pada saat guru mengadakan evaluasi sebagian siswa tidak tidak dapat mengerjakan soal test sehingga hasil evaluasi siswa tidak sesuai dengan apa yang diharapkan yaitu nilai di bawah KKM. KKM untuk pelajaran IPS yang telah ditentukan oleh sekolah MI Cikulu yaitu 75. Dari 21 siswa hanya 8 orang siswa yang mendapat ≥75 atau 38,10% dan sebanyak 13 orang siswa atau 61,90% belum mencapai KKM.
Sedangkan berdasarkan data hasil belajar IPS pada tabel 1.5 di atas, Dari 21 siswa hanya 8 orang siswa yang mendapat ≥75 atau 38,10% dan sebanyak 13 orang siswa atau 61,90% belum mencapai KKM. Hasil belajar tersebut sudah merupakan gabungan dari 3 ranah penilaian yaitu afektif, kognitif dan psikomotor.
Dalam rangka mengatasi masalah tersebut di atas, diperlukan adanya suatu metode pembelajaran yang mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran tematik khususnya pada mata pelajaran IPS kelas IV MI Cikulu, agar siswa lebih aktif dan kreatif sehingga hasil belajar siswa meningkat. Salah satu alternatif metode pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan tersebut adalah metode discovery. Metode Discovery merupakan komponen dari praktek pendidikan yang meliputi metode mengajar yang memajukan cara belajar aktif, beroreientasi pada proses, mengarahkan sendiri, mencari sendiri dan reflektif. Metode pembelajaran ini dapat digunakan sehingga aktivitas dan hasil belajar siswa dapat meningkat.
Berdasarkan latar belakang di atas, kiranya perlu adanya perbaikan kualitas pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas dengan menggunakan metode pembelajaran yang tepat, sehingga peneliti mengangkat judul “Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Tematik dengan Tema Selalu Berhemat Energi melalui Metode Discovery pada Siswa Kelas IV MI Cikulu Kecamatan Pangandaran Tahun Pelajaran 2014/2015”.

B.       Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, perlu diidentifikasi permasalahan yang ada sebagai berikut:
1.    Rendahnya aktivitas belajar pelajaran IPS siswa kelas IV MI Cikulu Kecamatan Pangandaran Tahun Pelajaran 2014/2015. Dari 21 siswa hanya 3 orang siswa yang termasuk dalam kategori siswa aktif.
2.    Rendahnya hasil belajar pelajaran IPS siswa kelas IV MI Cikulu Kecamatan Pangandaran Tahun Pelajaran 2014/2015. Dari 21 siswa hanya 8 orang siswa yang nilainya mencapai KKM (75).
3.    Pembelajaran yang masih berpusat pada guru (teaching centered) textbook centered dan monomedia.
4.    Guru belum secara optimal menggunakan variasi metode-metode pembelajaran.
5.    Belum terlaksananya kurikulum 2013 secara maksimal.
6.    Masih sering terjadi pemisahan mata pelajaran dalam pembelajaran tematik
7.    Guru belum menggunakan metode discovery dalam pembelajaran tematik.

C.      Pembatasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka pembatasan masalah dalam penelitian ini adalah:
1.    Rendahnya aktivitas siswa kelas IV MI Cikulu tahun pelajaran 2014/2015
2.    Rendahnya hasil belajar IPS siswa kelas IV MI Cikulu tahun pelajaran 2014/2015.

D.      Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian identifikasi masalah di atas, maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:
1.    Bagaimana peningkatan aktifitas belajar siswa kelas IV MI Cikulu Kecamatan Pangandaran melalui metode discovery dengan tema Selalu Berhemat Energi Tahun Pelajaran 2014/2015?
2.    Bagaimana peningkatan hasil belajar IPS pada siswa kelas IV MI Cikulu Kecamatan Pangandaran melalui metode discovery dengan tema Selalu Berhemat Energi Tahun Pelajaran 2014/2015?

E.       Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan di atas, maka tujuan penelitiannya adalah sebagai berikut:
1.    Untuk meningkatkan aktifitas belajar siswa kelas IV MI Cikulu Kecamatan Pangandaran melalui metode discovery dengan tema Selalu Berhemat Energi Tahun Pelajaran 2014/2015.
2.    Untuk meningkatkan hasil belajar IPS pada siswa kelas IV MI Cikulu Kecamatan Pangandaran melalui metode discovery dengan tema Selalu Berhemat Energi Tahun Pelajaran 2014/2015.

F.       Manfaat Penelitian
Berdasarkan masalah penelitian dan tujuan penelitian yang dikemukakan di atas, hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi:
1.    Siswa,
Dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa, khususnya pada mata pelajaran IPS kelas IV MI Cikulu Kecamatan Pangandaran dan menumbuhkembangkan potensi yang ada dalam diri siswa
2.    Guru,
Sebagai bahan masukan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kelasnya, serta menambah wawasan dalam mengembangkan kemampuan guru dalam penerapan metode Discovery. Serta mampu menciptakan pembelajaran yang bervariasi, aktif, menarik, dan kondusif.
3.    Sekolah,
Sebagai bahan masukan bagi sekolah dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran IPS melalui metode Discovery.
4.    Peneliti,
Dapat menambah pengetahuan, wawasan serta pengalaman tentang penelitian tindakan kelas, sehingga kelak ketika menjadi seorang guru mampu menjalankan tugas dan pekerjaannya secara professional khususnya dalam proses pembelajaran. Serta mampu menciptakan pembelajaran yang bervariasi, aktif, menarik, dan kondusif.

G.      Kajian Pustaka
1.    Pembelajaran
Pembelajaran merupakan kegiatan belajar yang melibatkan interaksi antara guru dengan siswa. Pembelajaran dilakukan oleh guru untuk membantu siswa agar dapat menerima pengetahuan yang diberikan dan membantu memudahkan pencapaian tujuan pembelajaran. Menurut Oemar Hamalik (2009:57) “pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran” . Sedangkan menurut UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, “pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkingan belajar”.

2.    Metode Pembelajaran Discovery
Dalam kegiatan belajar mengajar dibutuhkan suatu metode pembelajaran yang menarik agar siswa tidak merasa bosan dengan materi yang diajarkan oleh guru. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990:580) “metode mengandung arti cara yang teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai maksud (dalam ilmu pengetahuan), cara kerja bersistem untuk memudahkan pelakasanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan”. Sejalan dengan itu, T. Raka Joni dalam Soli Abimayu (2008:25) mengartikan “metode sebagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan tertentu”.
Metode discovery dapat diartikan sebagai metode pembelajaran yang memberi kesempatan seluas-luasnya kepada peserta didik untuk memperoleh sendiri pengetahuan baru melalui pengamatan, percobaan dan penyelidikan sebagai wujud adanya perubahan tingkah laku.

H.      Metode penelitian
1.    Obyek Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Cikulu Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran dengan subjek penelitian adalah siswa kelas IV pada tahun pelajaran 2014/2015 sebanyak 21 siswa yang terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Kegiatan penelitian akan dilaksanakan dalam 2 siklus
2.    Variabel/Faktor yang Diselidiki
Faktor-faktor yang diselidiki dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a.    Aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran tematik dengan Metode Discovery
b.    Keterampilan guru dalam pembelajaran tematik dengan Metode Discovery.
c.    Hasil belajar siswa dalam pembelajaran tematik dengan Metode Discovery.

3.    Prosedur/Langkah-langkah PTK
Rancangan yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Tahapan penelitian ini adalah sebagai berikut:
a.    Perencanaan
Dalam tahap perencanaan ini peneliti membuat perencanaan adalah menentukan materi pembelajaran, memiliih media dan sumber belajar yang tepat, lembar pengamatan, aalat evaluasi, lembar kerja siswa, dan rubrik penilaian
b.   Pelaksanaan Tindakan
Penelitian ini dilaksanakan dengan melaksanakan perencanaan yang telah dibuat sebelumnya yakni melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan Metode Discovery.
Pelaksanaan tindakan penelitian ini direncanakan dalam dua siklus. Siklus pertama dilaksanakan pembelajaran dengan Metode Discovery. Siklus kedua dilaksanakan untuk memperbaiki segala sesuatu yang belum dicapai dengan hasil yang diharapkan.
c.    Observasi
Kegiatan observasi dilaksanakan secara kolaboratif dengan guru pengamat untuk mengamatai tingkah laku siswa dan sikap siswa ketika mengikuti pembelajaran tematik yang menerapkan Metode Discovery. Observasi juga dilakukan terhadap guru yang menerapkan Metode Discovery.
d.   Refleksi
Setelah mengkaji hasil belajar matematika siswa dan hasil pengamatan Aktivitas guru, serta melihat ketercapaian indikator kinerja maka peneliti melakukan perbaikan pada siklus dua agar pelaksanaannya lebih efektif.
Peneliti juga melihat apakah indikator kinerja yang telah ditetapkan sebelumnya telah tercapai. Bila belum tercapai maka peneliti melanjutkan siklus berikut sampai mencapai indikator kinerja.

4.    Data dan Cara Pengumpulan Data
a.    Sumber Data
1). Siswa
Sumber data siswa diperoleh dari hasil observasi yang diperoleh secara sistematik selama pelaksanaan siklus pertama  sampai siklus kedua, hasil evaluasi dan hasil wawancara guru  pengamat (observer)
2). Guru
Sumber data guru berasal dari lembar observasi Aktifitas guru oleh obsever.
3). Data dokumen.
Sumber data dokumen berasal dari data awal hasil tes, hasil pengamatan, catatan lapangan selama proses pembelajaran dan hasil foto.
4). Catatan lapangan
Sumber data yang berupa catatan lapangan berasal dari catatan selama proses pembelajaran.

b.   Jenis Data
1). Data Kuantitatif
Data kuantitatif diwujudkan dengan hasil belajar matematika yang diperoleh siswa.
2). Data Kualitatif
Diperoleh dari lembar pengamatan Aktifitassiswa, keterampilan  guru, wawancara serta catatan lapangan dengan menerapkan pendekatan dengan pendekatan saintifik.

c.    Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah metode observasi, metode tes dan dokumentasi.

d.   Teknik Analisis Data
Teknik analisi data yang digunakan adalah:
1). Data berupa hasil belajar tematik yang dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dengan menentukan mean atau rerata. Adapun penyajian data kuantitatif dmatematikaparkan dalam bentuk presentase. Rumus persentase tersebut sebagi berikut: 
Keterangan:
P         = persentase siswa yang tuntas belajar.
N        = Jumlah total siswa
n         = Banyak siswa yang tuntas belajar

Hasil penghitungan dikonsultasikan dengan kriteria ketuntasan belajar siswa yang dikelompokkan ke dalam dua kategori tuntas dan tidak tuntas, dengan kriteria sebagai berikut :
Kriteria Ketuntasan
Kualifikasi
> 75
Tuntas
< 75
Tidak Tuntas

2). Data kualitatif berupa data hasil observasi aktifitas siswa dan aktifitas guru dalam pembelajaran tematik, serta hasil catatan lapangan dan angket dianalisis dengan analisis deskriptif kualitatif. Data kualitatif dipaparkan dalam kalimat yang dipisah-pisahkan menurut kategori untuk memperoleh kesimpulan.

e.    Indikator Keberhasilan
Metode Discovery dapat meningkatkan hasil belajar tematik pada siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Cikulu Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran dengan indikator sebagai berikut:
1). Aktifitas siswa dalam pembelajaran matematika menggunakan pendekatan saintifik meningkat dengan kriteria sekurang-kurangnya baik.
2). Hasil belajar siswa sama atau di atas KKM 75
3). 90 % dari 30 siswa tuntas


I.         Jadwal Penelitian
No.
Uraian Kegiatan
Bulan
September
Oktober
Nopember
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
Penyusunan Proposal












2
Revisi Proposal












3
Persiapan Penelitian












4
Penyusunan Instrumen Penelitian












5
Pelaksanaan penelitian













a.    Siklus I













b.    Siklus II












6
Penyusunan Laporan













Keterangan:
1.    Pelaksanaan tindakan pada siklus I   : Oktober  minggu ke-2.
2.    Pelaksanaan tindakan pada siklus II  : Oktober minggu ke-4.



 
12
 
DAFTAR PUSTAKA

Arikunto,dkk. 2011. Penelitian Tindakan Kelas. Bumi Aksara. Jakarta.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka
Depdiknas. 2008. Kriteria dan Indikator Keberhasilan Pembelajaran. Dikti. Jakarta.
Hadi, Sutrisno. 2000. Statistik Jilid II. Andi. Yogyakarta.
Hamalik, Oemar. 2011. Kurikulum dan Pembelajaran. Bumi Aksara. Jakarta.
Kunandar. 2010.Penelitian Tindakan Kelas. Rajawali Grafindo Persada.Jakarta.
Mulyasa. 2013. Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Jakarta: Remaja Rosdakaya.
Suprijono, Agus. 2009. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta.
Sudjana,Nana. 2011. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Remaja Rosdakarya. Bandung.
Trianto. 2010. Mengembangkan Model Pembelajaran Tematik. Jakarta: Prestasi Pustakarya
Tim Penyusun. 2013. Standar Isi dan Standar Kompetensi untuk Satuan Pendidikan Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah dan Menengah (Peraturan Mendiknas No.66 Tahun 2013). Depdiknas. Jakarta.
Tim Redaksi.2013. Undang-Undang Tentang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2013. Sinar Grafika. Jakarta
Wardhani, Igak, dkk. 2007. Penelitian Tindakan Kelas.Pusat Penerbitan Universitas Terbuka. Jakarta.
Zainal, Aqib. 2013. Model-Model, Media, Strategi Pembelajaran Kontekstual (Inovatif). Bandung: Yrama Widya.

0 komentar:

Posting Komentar